Anggota DPR: RUU Penyiaran bisa menargetkan penyebaran video porno

Anggota DPR: RUU Penyiaran dapat sasar penyebar video tak senonoh

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR, Krishna Dewanata Phrosakh mengatakan pembahasan RUU Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (RUU Penyiaran) akan menargetkan penyebaran video digital tidak senonoh, khususnya video ramah anak.

“Saat ini ada beberapa rilis digital yang sangat tidak berpendidikan, bahkan orang yang paling jahat sekalipun, adalah orang-orang yang membagikan ini. Jadi saya kira kita akan memperketat peraturan ini lagi melalui UU Perlindungan Data Pribadi, serta UU Penyiaran. khususnya, ”ujarnya, di Jakarta, Sabtu (14/11).

Baca juga: Anggota DPR Kritik Perubahan UU Penyiaran dalam RUU Cipta Kerja

Baca juga: Para akademisi mengatakan tidak perlu ada undang-undang baru tentang penyiaran internet

Baca juga: Menguji Materi Hukum Penyiaran, Pakar Nilai VOD perlu diatur oleh negara

Pihaknya juga akan mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam menangani perilaku menyimpang di dunia digital dengan baik.

Selain itu, menurutnya, masyarakat perlu berinovasi dalam menyaring siaran yang tidak mendidik anak. Sehingga generasi penerusnya siap memanfaatkan teknologi di era industri mendatang yang mungkin lebih canggih.

"Saya juga secara moral percaya bahwa siaran di dunia digital ini harus diputar dengan baik. Kami tahu anak-anak kami adalah masa depan negara kami. Kami harus melindungi mereka dari gangguan yang muncul dari dunia digital ini."

Reporter: Abdu Faisal
Editor: Ade P Marboen
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  Ancaman Panwaslu Mamberamo menyita perhatian Bawaslu