Bamsoet: Tidak bisa jadi pagar negara Republik Indonesia

Bamsoet: Unhas harus jadi pagar NKRI

Jakarta (ANTARA) –

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan Universitas Hasanuddin Makassar harus menjadi pagar besar yang melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Terlepas dari level yang diterimanya, Unhas telah membuktikan dirinya sebagai salah satu PTN terbaik dengan menghasilkan banyak mahasiswa dan alumni yang berkualitas. Diantaranya Wakil Presiden RI Kesepuluh dan Keduabelas Jusuf Kalla, mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, dan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Abraham Samad, ”kata Bamsoet saat mengisi Sosialisasi Empat Pilar MPR di HUT Unhas ke-64 hampir di Jakarta, Minggu.

Sedangkan pada Agustus 2020, berdasarkan evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Unhas berada di peringkat ke-7.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini menilai konsep pembangunan kampus berbasis kemanusiaan yang dirintis oleh Unhas, dengan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan dan ilmu pengetahuan secara seimbang dalam lingkungan pendidikan kampus, atau yang lebih dikenal dengan kemanusiaan, merupakan sebuah gagasan yang patut dicontoh oleh perguruan tinggi. lain. .

Dengan demikian, pembelajaran di kampus tidak hanya bertujuan untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga menjadi ajang pembinaan mahasiswa menjadi manusia seutuhnya.

“Nilai kemanusiaan adalah nilai universal yang ada di berbagai bidang dan bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pembangunan. Tidak sedikit dari kita yang 'terbiasa' membayangkan pembangunan dengan merepresentasikan infrastruktur bangunan, jembatan, dan hal-hal lain yang bersifat alamiah. materi fisik. Tujuan utama mulut dan ujung dari proses pembangunan adalah manusia itu sendiri, ”kata Bamsoet.

Baca juga: Bamsoet Dorong Mahasiswa Jadi Wali Pancasila

Kepala Badan Pertahanan Negara FKPPI mengatakan, selama pandemi COVID-19 yang menuntut nilai kemanusiaan memainkan peran kunci, gagasan keberagaman manusia menemukan relevansinya.

Baca:  Cak Imin teringat Gus Dur yang tidak merasa lebih baik dari yang lain

Saat yang tepat untuk meningkatkan aktualisasi peran kampus dalam membangun persatuan manusia melalui berbagai program dan kegiatan.

“Saya mengapresiasi COVID-19 Thematic Rural Development Program yang diselenggarakan oleh Unhas. Program ini merupakan implementasi nyata dari gagasan keberagaman manusia, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Program semacam itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, serta mewakili kehadiran dan pelayanan kampus. kepada masyarakat, "kata Bamsoet.

Sebaliknya sebagai komponen negara yang mendapat dukungan sumber daya manusia yang berpendidikan harus berperan sebagai generator dan dinamis dalam menghadapi wabah penyakit.

“Dalam hal ini, saya kembali mengapresiasi Unhas atas inovasi alat bantu pernafasan (ventilator) terjangkau bernama Venus (Unhas ventilator) yang diciptakan untuk membantu kerja Satgas COVID-19 Unhas,” kata Bamsoet. .

Reporter: Syaiful Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
HAK CIPTA © ANTARA 2020