Bawaslu menemukan bahwa kampanye di 35 wilayah tersebut melanggar protokol kesehatan

Bawaslu temukan kampanye di 35 daerah langgar protokol kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan pelanggaran protokol kesehatan dalam pelaksanaan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar pada 28-30 September 2020 di 35 kabupaten / kota.

“Pelanggaran protokol kesehatan sudah ditemukan di 35 kabupaten / kota. Tim kampanye belum memastikan protokol kesehatan selama kampanye,” kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam Webinar Mappilu PWI dengan tema “Mewujudkan Pemilu Serentak dan Sehat Berbudaya 2020” yang berlangsung pada Kamis.

Berdasarkan hasil asesmen Bawaslu, 35 kabupaten / kota meliputi Depok, Trenggalek, Mojokerto, Ketapang, Bontang, Supiori, Bulukumba, Makassar dan Sorong Selatan.

Baca juga: Anggota DPR: Bawaslu harus menegakkan aturan kampanye
Baca juga: Bawaslu temukan pelanggaran kampanye "festival memancing" di Indramayu
Baca juga: Polda NTB memetakan kemungkinan pelanggaran kampanye online untuk Pemilu 2020

Dalam pengawasan tiga hari, Afifuddin mengatakan, Bawaslu menemukan pelaksanaan kampanye di 582 titik di 187 kabupaten / kota.

Rinciannya, kata dia, terbatasnya pertemuan tatap muka sebanyak 250 kegiatan (43 persen), pembagian 128 materi kampanye (22 persen), pemasangan alat peraga untuk 99 kegiatan (17 persen), 64 kampanye media sosial (11 persen), dan kampanye jaringan. 11 persen.

Dari data tersebut, Afifuddin menyatakan bahwa sebenarnya bisa menjadi cerminan bahwa tatap muka masih merupakan metode kampanye yang bergantung pada pasangan calon atau pasangan calon.

Padahal, kata dia, pilihan kampanye yang dilakukan dalam bentuk tatap muka berpotensi menyebarkan COVID-19 agar sesuai dengan protokol kesehatan.

“Hampir setengah dari cara kampanye dilakukan secara tatap muka. Hal ini sangat membutuhkan peran semua pihak untuk memastikan pemilihan kabupaten yang sehat, berkualitas dan berbudaya dengan berpegang pada protokol kesehatan,” ujarnya.

Hadir dalam diskusi tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Pimpinan Satgas COVID-19 Doni Monardo, dan Anggota KPU Indonesia Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi.

Baca:  Kasad kunjungi Serda Mugiyanto, sosok inspiratif dalam keterbatasan

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: M Arief Iskandar
HAK CIPTA © ANTARA 2020