Bawaslu RI fokus pada pemantauan kampanye di media sosial

Bawaslu RI fokus pengawasan kampanye di media sosial

Koba, Babel, (BETWEEN) – Badan Pengawas Pemilu Indonesia akan lebih fokus memantau kegiatan kampanye yang dilakukan peserta Pemilu 2020 dengan memanfaatkan media sosial saat wabah COVID-19 merebak.

“Dengan keluarnya regulasi yang melarang rapat terbuka publik dan membatasi jumlah orang maksimal 50 orang, media sosial menjadi ruang untuk dipantau di tengah merebaknya virus corona,” kata Ketua Bawaslu RI Abhan saat meninjau persiapan pemantauan Pilkada Bangka Tengah. Babel, Senin.

Ia menjelaskan, memantau media sosial atau media sosial menjadi tantangan bagi seluruh pengawas di pelosok Indonesia.

“Ini tantangan sekaligus fokus pengawasan, karena dengan adanya larangan aksi massa, media sosial menjadi ruang strategis bagi peserta Pemilu 2020 untuk berkampanye,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bawaslu Bangka Tengah, Robianto, mengatakan pantauan media sosial berpotensi dijadikan sebagai wadah untuk menggelar kampanye hitam bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

“Memang saat pandemi virus corona intensitas media sosial ruang kampanye cukup banyak, kami pantau secara ketat untuk mengantisipasi pelanggaran,” ujarnya.

Ia dan peserta Pemilu 2020 telah menyatakan komitmen bersama untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 dalam melakukan kegiatan kampanye.

“Tentu kami berharap komitmen ini dipertahankan dan diimplementasikan. Kami juga meminta Satgas COVID-19 untuk membantu memetakan daerah-daerah yang rawan penyebaran virus corona,” ujarnya.

Baca juga: Bawaslu: Belum Implementasikan Protokol COVID-19, Kampanye Bisa Dibubarkan

Baca juga: Agusrin mengajukan gugatan ke Bawaslu Bengkulu

Baca juga: Ketua Bawaslu RI mengomentari persiapan pemantauan Pilkada Bangka Tengah

Baca juga: Bawaslu RI: Pemilu di Tengah Wabah Corona Tidak Mudah

Reporter: Ahmadi
Editor: Ruslan Burhani
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  Tanggung jawab calon bupati untuk mencegah kelompok COVID-19