Cara Golkar mengkritisi kebijakan pemerintah melalui pertandingan komedi di Surabaya

Cara Golkar kritik kebijakan pemerintah lewat lomba komedi di Surabaya

Surabaya (ANTARA) – Partai Golkar di kota Surabaya punya cara kreatif mengkritisi kebijakan pemerintah dalam rangka HUT ke-56 Partai Golkar, yakni dengan menggelar kompetisi Stand Up Comedy.

Wakil Sekretaris Media dan Opini Partai Golkar Surabaya, Bidot Suhariyadi di Surabaya, Sabtu, mengatakan, pertandingan Standing Comedy yang digelar DPD Golkar Jawa Timur bertema "Semangat Golkar Membangun Indonesia" telah mengikuti audisi di empat kota, yakni Surabaya, Malang. , Jember, Kediri. .

Audisi untuk Surabaya berlangsung di DPD Partai Golkar Surabaya yang berlangsung sejak Jumat (23/10) malam, katanya.

Menurutnya, ada 21 komik yang mendaftar audisi Stand Up Comedy. Sedangkan Grand Final (10 besar) akan digelar di Kantor DPD Golkar Jawa Timur Surabaya pada 10 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Surabaya.

Bidot mengatakan, audisi di Surabaya dihadiri Ketua DPD Jatim M. Sarmuji, Ketua DPD Golakr Surabaya Arif Fathoni, Ketua Panitia Ulang Tahun Kodrat Sunyoto, Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Jatim Golkar Pranaya Yudha Mahardika.

Selain itu, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Surabaya Edi Budi Prabowo, Sekretaris Golkar Surabaya Atmarawita Kadir, Bendahara Umum Partai Golkar Surabaya Agung Prasojo, dan beberapa paripurna Golkar Surabaya.

Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan, pihaknya berharap kompetisi Stand Up Comedy bisa menghasilkan komik berintegritas di kota Surabaya.

“Tentunya hal ini juga menjadikannya sebagai wahana untuk memperbaiki situasi sosial politik bangsa dan negara,” ujarnya.

Baca juga: Airlangga: Kader harus menanamkan rasa kepedulian terhadap negara

Baca juga: Golkar luncurkan kampanye Gerakan 3M untuk meliput tema besar HUT ke-56

Baca juga: Airlangga: Ulang Tahun Golkar Fokus pada Upaya Atasi COVID-19

Baca juga: Sesepuh Golkar Hadiri Ulang Tahun, Airlangga: Tunjukkan Solidaritas Partai

Baca:  Tak mau menyetujui RUU Ciptaker, F-Demokrat meminta pembahasan lebih lanjut

Reporter: Abdul Hakim
Editor: Ruslan Burhani
HAK CIPTA © ANTARA 2020