Demokrat beralih ke pemilu di Bulukumba

Partai Demokrat beralih usungan Pilkada di Bulukumba

Makassar (ANTARA) – Partai Demokrat akhirnya memilih langkah cepat dengan mengalihkan dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Hamzah Pangki-Andi Murni, kepada pasangan lain jelang pencatatan Pilkada serentak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“DPP mengambil alih, karena dinilai pasangan (Hamzah-Murni) belum bisa bertemu koalisi, padahal waktu pendaftaran di KPU sangat ketat, dan DPP meminta DPD mencarikan calon yang berkualitas dan siap menang,” jelas Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan itu. , Ni & # 39; matullah Erbe, saat dikonfirmasi, Selasa.

Dukungan Partai Demokrat dialihkan ke calon bupati, wakil dari Andi Muchtar Ali Yusuf, dan Andi Edy Manaf.

Menurut Erbe, mereka diberi waktu 14 hari untuk berkoalisi dengan partai lain, namun belakangan ini usulan dari Partai Golkar dan partai lain belum juga didapat. Meski A Murni adalah ketua DPC Demokrat Bulukumba, koalisi partai sebelum pendaftaran belum selesai.

Baca juga: Pimpinan Umum Partai Demokrat Ajukan Usulan Pilkada Kabupaten Luwu Timur

Padahal, DPP masih memberikan kesempatan kedua kepada pasangan tersebut, namun sejauh ini belum ada tanda-tanda dukungan yang memadai untuk mendapatkan kursi melalui koalisi partai.

Faktanya, sampai saat ini apalagi formulir KWK B1, juga rekomendasi dari Partai Golkar yang belum ada, padahal sisa hari adalah waktu pendaftaran. Kami sudah memberikan surat penugasan kepada partai untuk dilengkapi koalisi, dan diberikan waktu 14 hari. Sampai akhir. "Surat tugas merger. Belum dipenuhi," ujarnya

“Meski kesempatan kedua tetap diberikan karena Andi Murni adalah Ketua DPC, jadi kita DPP dan DPC beri kesempatan, dimana untuk konsolidasi, surat rekomendasi dikasih lagi minggu lalu, tapi itu juga tidak bisa dipenuhi, masa mau menunggu sampai pendaftaran selesai,” ujarnya. Erbe.

Baca:  Setelah mendaftar di KPU, Bobby Nasution berjanji akan melakukan reformasi birokrasi

Baca juga: AHY Merekomendasikan Hamdi Jafar-Jhon Itang di Pilkada Kapuas Hulu

Hal senada diungkapkan Pimpinan Bappilu Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Selle KS Dalle, bahwa semua lini parpol mulai dari DPC, DPD hingga DPP, merasa sulit untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi kadernya untuk berkomunikasi secara politik dengan sesama beserta sesama calon. .

Namun, sangat disayangkan ruang dan peluang tidak dapat dimaksimalkan dengan baik. Upaya partai mulai dari mengeluarkan surat tugas dari DPP hingga rekomendasi yang sedang berjalan, namun semua itu belum cukup sebagai bahan untuk memperkuat komunikasi politik hingga berkoalisi dengan partai lain.

Terbukti, hingga rapat finalisasi DPP sebelum rekomendasi B1.KWK dikeluarkan, paket bunglon Hamzah-Murni masih belum bisa menunjukkan secara lengkap dokumentasi kecukupan koalisi dari pihak lain seperti yang dipersyaratkan KPU Bulukumba, minimal 20 persen didukung bapaslon atau minimal delapan kursi di DPRD Bulukumba. .

Baca juga: Partai Demokrat Minta Kader Kalbar Tetap Semangat

Sementara itu, posisi Partai Demokrat harus beraliansi dengan parpol lain, karena Partai Demokrat tidak cukup untuk melaksanakan pencalonan sendiri karena jumlah kursi yang tidak mencukupi.

“Kami di keluarga Partai Demokrat sangat menyayangkan karena pada kesempatan ini kami tidak bisa membawa kader inti ke arena perebutan Pemilu. Untuk Bulukumba semua upaya sudah maksimal dan dukungan kami kepada kader inti sudah dilakukan, tapi ini dinamika politik,” ujarnya.

Reporter: M Darwin Fatir
Editor: Ade P Marboen
HAK CIPTA © ANTARA 2020