DPR mendesak pemerintah untuk terus menegakkan perlindungan hak asasi manusia

DPR dorong pemerintah terus tegakkan perlindungan HAM

Krisis pandemi COVID-19 yang berujung pada peningkatan kemiskinan, ketimpangan, krisis ekonomi, diskriminasi, dan ketimpangan lainnya

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Azis Syamsuddin, mengatakan dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, pihaknya mendukung pemerintah Indonesia yang terus mengedepankan penghormatan terhadap perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas akses masyarakat terhadap keadilan melalui revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan mengedepankan prinsip restorative justice atau “restorative justice”.

“Revisi KUHP selain mengedepankan asas restorative justice, juga memperkenalkan sistem pidana alternatif berupa pidana kerja sosial dan pidana pengawasan serta revisi UU Narkotika untuk pengobatan dan penyembuhan sosial,” kata Azis di Jakarta, Kamis.

Azis mengatakan, peringatan Hari HAM Sedunia ke-72 bertema "Recover Better-Stand Up for Human Rights", dengan tema ini diharapkan kesadaran akan hak asasi manusia mulai tumbuh dalam kaitannya dengan penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia. (P5 HAM).

Baca juga: Komnas HAM: Tidak ada pihak yang bisa kehilangan kebebasan rakyat

Baca juga: Komnas HAM Papua Gelar Lokakarya Peringati Hari Hak Asasi Manusia

Menurutnya, hal ini agar bangsa Indonesia segera pulih dari krisis saat ini, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Krisis pandemi COVID-19 telah menyebabkan peningkatan kemiskinan, ketimpangan, krisis ekonomi, diskriminasi dan ketimpangan lainnya,” ujarnya.

Azis mengatakan, untuk terus mengedepankan penghormatan dan penegakan HAM dari tingkat pusat hingga daerah, pemerintah perlu segera mengeluarkan kebijakan HAM melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) HAM yang menitikberatkan pada perempuan, anak, masyarakat, adat istiadat, masyarakat kurang mampu. kemampuan, serta bisnis.

Baca:  Boni Hargens: BIN berkomitmen membantu negara dan bangsa

Politisi Partai Golkar mengingatkan bahwa di tengah wabah COVID-19, masyarakat harus memperkuat sikap kepedulian terhadap sesama dan harus ikut membantu pemerintah mengembalikan keadaan normal dengan menerapkan "3M" dan terus berkarya di tengah wabah.

Baca juga: Presiden menyerukan tidak ada kekerasan pada Hari Hak Asasi Manusia Sedunia

Reporter: Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © ANTARA 2020