Dugaan kecurangan pemilu, anggota KPU Papua dimintai keterangan dengan 22 pertanyaan

Dugaan pelanggaran pilkada, Anggota KPU Papua dicecar 22 pertanyaan

Jayapura (ANTARA) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Papua mengajukan 22 pertanyaan kepada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat berinisial ZA terkait video meeting dengan salah satu calon kepala daerah dari Kabupaten Yahukimo.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach, di Jayapura, Rabu, mengatakan, 22 pemeriksaan tersebut merupakan upaya partainya untuk mengklarifikasi temuan dugaan penyimpangan dalam Pilkada 2020.

“Ke-22 penyidikan tersebut ditanyakan selama empat jam di Kantor Bawaslu Provinsi Papua mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19,” ujarnya.

Baca juga: Bawaslu belum menerima laporan dugaan mahar politik di Selayar
Baca juga: Bawaslu Riau temukan dugaan pelanggaran kode etik ASN menjelang pemilu
Baca juga: Bawaslu Kabupaten Blitar menemukan dugaan pelanggaran selama survei

Menurut Ronald, dugaan pelanggaran akan muncul saat hasil penjelasan berbagai pihak terkait kasus ini diperiksa terlebih dahulu.

"Kemudian dugaan pelanggaran dijumlahkan untuk menentukan pembatasan apa yang akan diberlakukan," ujarnya.

Dijelaskannya, proses penjelasan masih berlangsung sehingga ke depannya pasti akan diupdate kembali pada setiap tahapan yang dilakukan.

Sebelumnya, video viral di media sosial tentang pertemuan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat berinisial ZA dan salah satu calon Bupati Yahukimo berinisial AB di sebuah pertokoan di Jayapura.

Perlu diketahui, di Provinsi Papua ada 11 kabupaten yang menggelar Pilkada serentak tahun 2020, yakni Yahukimo, Keerom, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya, Merauke, Boven Digoel, Asmat, Supiori, Waropen, Yalimo, dan Nabire.

Dari 11 kecamatan tersebut, penemuan dugaan pelanggaran hanya ditemukan di dua kecamatan, yakni Merauke dan Yahukimo.

Reporter: Hendrina Dian Kandipi
Editor: M Arief Iskandar
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  Risma meminta masyarakat Surabaya mendukung Eri-Armuji di Pemilu 2020