Gubernur Jawa Timur menyarankan untuk menjaga protokol kesehatan pada tahap kampanye

Gubernur Jatim berpesan jaga protokol kesehatan pada tahapan kampanye

Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan agar penyelenggara pemilu tetap menjaga protokol kesehatan di semua tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Mari kita jaga kualitas demokrasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat, katanya kepada wartawan di Gedung Nasional Grahadi Surabaya, Selasa.

Mantan Mensos itu juga mengajak semua pihak untuk menjadikan Jawa Timur provinsi paling kondusif dalam proses penetapan kepemimpinan secara demokratis, aman, adil dan bermartabat.

“Saya mengimbau pimpinan DPRD, pimpinan parpol, KPU, Bawaslu dan unsur pendukung lainnya dalam pemilu untuk menjaga integritas dan keadilan,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu.

Gubernur Khofifah berharap agar semua pihak ikut menyukseskan proses pemilu di Jawa Timur, apalagi ia mengakui indeks demokrasi di kabupaten setempat mengalami peningkatan yang menggembirakan dari tahun ke tahun.

Di Jawa Timur, Pilkada serentak berikutnya yang digelar pada 9 Desember 2020 akan digelar diikuti 19 kabupaten / kota.

Rinciannya adalah Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Kediri, Gresik, Jember, Lamongan, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, dan Tuban.

Sebaliknya, tahap Pilkada saat ini sedang memasuki kampanye yang akan digelar mulai 26 September 2020 dan berakhir pada 5 Desember.

KPU melarang partai politik, pasangan calon, tim kampanye, dan partai lain melakukan kampanye yang biasa dilakukan dalam keadaan normal, mulai dari rapat umum, pentas seni, panen, konser musik, jalan santai, sepeda, lomba, bazar, donor darah hingga ulang tahun. Partai-partai politik.

Setelah masa kampanye berakhir, tahapan pemilihan memasuki masa teduh selama tiga hari dan wajib bagi calon, tim sukses atau parpol untuk tidak melakukan kegiatan sosialisasi untuk menang.

Baca:  Bawaslu menemukan bahwa kampanye di 35 wilayah tersebut melanggar protokol kesehatan

Baca juga: Khofifah membenarkan Pjs enam Bupati di Jawa Timur

Baca juga: Gubernur Khofifah merekomendasikan penggunaan ruang virtual untuk kampanye pemilu

Baca juga: KPU Jawa Timur memproses tiga anggota DPRD provinsi untuk maju di Pilkada 2020

Baca juga: Pemprov Jatim Tegaskan Pilkada Serentak Prioritaskan Tata Cara Kesehatan

Reporter: Fiqh Arfani
Editor: Ruslan Burhani
HAK CIPTA © ANTARA 2020