Hadar Gumay: Kesehatan dan keselamatan pemilih harus terjamin

Hadar Gumay: Kesehatan dan keselamatan pemilih harus terjamin

Jakarta (ANTARA) – Peneliti senior Jaringan untuk Demokrasi dan Integritas Pemilu (Netgrit), Hadar Nafis Gumay menegaskan, kesehatan dan keselamatan para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada), termasuk pemilih, harus terjamin.

“Begini, kami pasti ingin proses seleksi berjalan lancar dan tidak ada potensi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan kami. Namun perkembangan wabah ini masih sangat mengkhawatirkan,” kata Hadar Gumay, Rabu.

Jika ada proses seleksi kabupaten, kata dia, maka kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah yang terpenting.

Baca juga: Mahfud: Pemilu Melalui Proses Eksperimen Dinamis

Hal tersebut disampaikan pada Konferensi Nasional Ilmu Sosial dan Politik (KISIP) ke-1 dengan tema "Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Selama 15 Tahun: Capaian dan Tantangan Penyelenggaraan Pemilu di Era Pandemi" yang diselenggarakan secara online oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Mengingat proses pemilu selama ini, kata dia, UU Pemilu tidak dirancang atau berisi prosedur yang tepat untuk situasi pandemi.

“Ada pengaturan situasi keselamatan darurat, situasi bencana alam. Itu tidak detail dan tidak ada bencana non alam yang menjadi pandemi,” terangnya.

Kemudian, kata dia, melalui aturan KPU (PKPU) dimasukkan proses agar penyelenggaraan pemilu lebih aman, namun nyatanya cakupannya masih sangat sempit.

Apalagi situasi pandemi dan penyelenggaraan pemilu justru sebaliknya. Dalam pemilu, kita terbiasa membutuhkannya dalam konteks sibuk. Kalau tenang ya aneh. Namun, dalam situasi pandemi harus dihindari di depan umum, ”ujarnya.

Tak kalah penting, Hadar Gumay menegaskan pentingnya menjaga kualitas pemilu, karena kompromi tidak bisa dilakukan karena situasi pandemi justru menurunkan kualitasnya, salah satunya dari aspek tingkat partisipasi.

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menekankan bahwa kondisi aman merupakan syarat utama untuk pemilihan kabupaten yang berkualitas, meski wabah belum tertangani.

Baca:  Pasangan Khairul-Habib Ali merupakan calon perseorangan yang sah untuk Pilkada Banjarmasin

“Aturannya (protokol kesehatan) memang ada, tapi siapa yang menjamin protokol kesehatan itu ditaati? Terus begini, bagaimana kalau semua pasangan calon dikalahkan?” Ujarnya.

Sementara itu, Elina Ciptadi selaku co-founder KawalCovid19.id berharap Indonesia bisa belajar dari kasus negara lain yang juga menggelar pemilu dalam situasi pandemi.

Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Ini pesta demokrasi, ini harus menjadi momen bahagia bersama. Jangan lakukan momen bahagia yang hanya beberapa hari saja memberikan duka panjang dan membuat beban sistem kesehatan kita saat ini sangat terbatas, pungkasnya.

Baca juga: KPU Kalimantan Selatan: Tujuh Materi Perdebatan Umum antara Kalsel dan Cawagub
Baca juga: Bantul Bawaslu Tertib 247 Alat Peraga Kampanye

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: Tasarm Tarmizi
HAK CIPTA © ANTARA 2020