Kemarin, kampanye digital pilkada hingga RUU Kejaksaan

Kemarin, kampanye digital pilkada hingga RUU Kejaksaan

Jakarta (ANTARA) – Pada Kamis (17/9), Kantor Berita Antara memberitakan berbagai peristiwa politik, mulai dari kampanye digital Pilkada hingga terbitnya RUU Kejaksaan Agung (RUU).

Berikut adalah ringkasan berita politik yang layak didengar pagi ini.

1. Satgas meminta unjuk rasa massal saat kampanye diganti secara digital

Satgas COVID-19 meminta agar kegiatan pengumpulan massal selama kampanye diubah menjadi bentuk digital untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2.

Informasi lebih lanjut sini

2. Nurul Arifin mengusulkan revisi pasal 24 ayat 3 RUU Kejaksaan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Nurul Arifin, mengusulkan revisi Pasal 24 ayat 3 dalam pembahasan RUU Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penuntutan.

Informasi lebih lanjut sini

3. Mahfud MD membantah bahwa pemerintah selalu memandang rendah Islam

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD keberatan dengan pandangan bahwa pemerintah saat ini selalu memandang rendah Islam.

Informasi lebih lanjut sini

4. DPR: Polri harus mengusut secara terbuka kebakaran gedung Kejaksaan Agung

Wakil Ketua Koordinator DPR Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Azis Syamsuddin, meminta Badan Reserse Kriminal dan Kepolisian RI mengungkapkan secara jelas apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa pidana terkait pembakaran gedung Kejaksaan Agung di Jakarta, Agustus lalu.

Informasi lebih lanjut sini

5. Kementerian Dalam Negeri telah sepakat bahwa konser musik dalam pemilu akan dihapuskan

Kementerian Dalam Negeri telah menyepakati bahwa konser musik dan kegiatan kampanye lainnya yang menyebabkan publik akan tereliminasi dalam Pemilihan Kepala Serentak (Pilkada) 2020 yang berlangsung di tengah wabah COVID-19.

Informasi lebih lanjut sini

Reporter: Benardy Ferdiansyah
Editor: Nurul Hayat
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  Ketua MPR mengingatkan agar pemilu jangan sampai merusak persatuan bangsa