Kemendagri: Sosialisasi massal protokol COVID-19 ke daerah

Kemendagri: Sosialisasi protokol COVID-19 ke daerah dilakukan masif

Isi sosialisasi dan sosialisasi tidak terlepas dari masalah 3M, seperti memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari keramaian.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan sosialisasi secara masif ke daerah untuk terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benni Irwan dalam siaran pers Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu, mengatakan, pemerintah terus berupaya maksimal untuk mengatasi pandemi COVID-19, baik dari segi kesehatan maupun sosial ekonomi.

Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat menjadi pembicara pada Simposium Nasional Kesehatan, Keamanan Pangan dan Kemiskinan yang diadakan oleh Universitas Hasanuddin.

Baca juga: Kapuspen Kemendagri Resmi Dipegang Benny Irwan

Menyusul keluarnya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona 2019, Kemendagri melakukan sosialisasi secara masif ke daerah untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, kata dia, Mendagri juga telah menerbitkan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peraturan Kepala Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Disiplin dan Penegakan Undang-Undang Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona 2019 di Daerah.

Tidak hanya itu, Benni mengatakan bahwa Mendagri beserta jajarannya telah melakukan kunjungan lapangan ke sekitar 22 provinsi untuk menyampaikan konten yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah terkait Inpres No. 6/2020.

Menurutnya, beberapa hasil kunjungan dari beberapa daerah yang perlu didorong dan diintensifkan yaitu gerakan topeng masif, peningkatan kapasitas uji sampel melalui pemberian Mobile / Container Biosafety Level 2 (BSL-2), hingga pencanangan Indonesia Mengobati COVID dengan melibatkan seluruh elemen. Publik.

Baca:  Para ahli membahas empat formula "kebahagiaan" untuk Denny JA

Menurut Benni, isi sosialisasi dan sosialisasi tidak terlepas dari isu 3M, yakni memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari orang.

Baca juga: Kemendagri: Alokasi ulang anggaran penanganan COVID-19 mencapai Rp 55 triliun

Lebih lanjut Benni memaparkan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk pemerintah pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo yang telah membentuk Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diketuai oleh Menko Perekonomian, dan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara sebagai Ketua. Eksekutif.

Ia mengatakan pemerintah juga telah menyusun kriteria risiko daerah berdasarkan warna, mulai dari risiko tinggi, risiko sedang, risiko rendah hingga tidak terpengaruh. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk melakukan upaya yang lebih fokus dalam menangani COVID-19.

Tingkat kategori risiko ini, kata dia, akan menentukan tingkat penyebaran COVID-19 dan bentuk implementasi sektor yang harus dilakukan.

“Ini adalah arahan yang menjadi acuan setiap orang untuk mengetahui bagaimana COVID-19 bergerak di masing-masing daerah, apa yang harus dilakukan masing-masing daerah untuk menyikapi penyebaran COVID,” kata Benni.

Baca juga: Kapuspen: Mendagri tak hanya menggelar pertemuan dengan parlementer

Benni mencontohkan kawasan berisiko tinggi yang juga perlu dicermati dampak ekonominya sebelum melangkah ke level berikutnya melakukan intervensi melalui kebijakan di masing-masing daerah.

“Tidak mungkin mengintervensi atau memperlakukan kebijakan yang sama untuk daerah yang memiliki dampak ekonomi berbeda. Kita perlu memastikan bahwa upaya merawat kesehatan, maka upaya untuk meningkatkan kinerja ekonomi berjalan sesuai harapan,” kata Benni.

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: D.Dj. Kliwantoro
HAK CIPTA © ANTARA 2020