Ketua MPR: UU Cipta Kerja menyediakan fasilitas bisnis

Ketua MPR: UU Cipta Kerja berikan kemudahan berusaha

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja telah mengubah kompleksitas menjadi lebih mudah, misalnya dalam pendirian perusahaan dengan kewajiban terbatas (PT) kepada UKM.

“Berbagai kemudahan yang diberikan dalam mendirikan PT, koperasi, dan UMKM harus dapat mendorong setiap warga negara untuk memulai segala aktivitas bisnisnya,” kata Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo.

Hal tersebut disampaikan Bamsoet saat berbicara dengan komedian Denny Cagur saat pemungutan suara dan pengumuman pemenang pekan ketiga "giveaway" Saluran Bamsoet, di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Legislator: Omnibus Law Cipta Kerja memudahkan Anda memulai bisnis

Dalam pendirian PT misalnya, sekarang tidak ada modal minimal Rp 50 juta untuk mendirikan PT, maka batas minimal anggota dalam mendirikan koperasi juga disederhanakan, dari semula 20 orang untuk koperasi primer, menjadi hanya sembilan orang (pasal 6 ayat 1 UU No. Penciptaan Pekerjaan).

UU Cipta Kerja, kata dia, mewajibkan pemerintah banyak memberikan bantuan, mulai dari perizinan, produksi, hingga pemasaran hingga UKM, seperti penyederhanaan prosedur dan jenis perizinan usaha dengan sistem pelayanan terpadu satu atap (Pasal 12 ayat 1 huruf a).

Selain itu, membebaskan biaya perizinan usaha bagi usaha mikro dan memberikan biaya perizinan usaha bagi usaha kecil (pasal 12 ayat 1 huruf b)

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan bahwa UU Cipta Kerja lahir untuk menambah jumlah wirausaha agar bangsa Indonesia ke depan tidak hanya menjadi konsumen berbagai barang impor, tetapi bisa menjadi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan logistik dalam negeri.

Baca juga: Anggota DPR Baleg Serukan UU Cipta Kerja untuk UMKM

“Menurut Presiden Soekarno, Indonesia harus bisa mandiri secara ekonomi. Berdiri sendiri, merdeka dari negara lain. Semangat inilah yang melahirkan UU Cipta Kerja,” kata politisi senior Partai Golkar itu.

Baca:  Kemarin, film G-30S / PKI tidak dilarang hingga diperkirakan ada gelombang pemecatan

Bamsoet mengaku sengaja mengadakan acara "giveaway" setiap minggunya untuk menjangkau para netizen (netizen) yang merupakan followers Instagram @ bambang.soesatyo dan pelanggan YouTube Channel Bamsoet, sekaligus menyampaikan berbagai pesan nasional dalam suasana santai dan santai.

“Jika hati setiap orang rileks, rileks, dan 'senang', mudah bagi kita untuk menjelaskan berbagai permasalahan bangsa. Saat menjelaskan keberadaan UU Cipta Karya, sebagian besar polemik disebabkan oleh kesalahpahaman atau misinformasi yang terjadi. diperoleh masyarakat, "kata Kepala Badan. Membela FKPPI Negeri.

Wakil Ketua Pemuda Pancasila menjelaskan, pemenang putaran ketiga "memberi" dari 3.897 responden diperoleh Diah Amelia dari Jakarta Selatan dan Randi dari Pondok Aren, Tangerang Selatan, yang masing-masing mendapat sepeda kuning.

Baca juga: Pengamat Mengatakan UU Cipta Kerja membantu perkembangan pelaku usaha dalam negeri

Pemenang "Handphone" adalah Nurul Iftitah dari Jakarta Pusat dan Winda dari Solo, sedangkan pemenang "hoodie" diraih oleh Ninik Indriyati dari Pasar Minggu dan Budiono dari Jakarta Barat.

Selamat kepada para pemenang yang juga hafal Pancasila semoga berbagai hadiah ini dapat bermanfaat untuk mengikuti kegiatan ini. Bagi yang belum menang bisa coba lagi minggu depan. Bagi yang belum mencoba dan ingin mengikuti & # 39; giveaway ', syaratnya bisa lihat di Instagram @ bambang.soesatyo dan di channel Youtube Channel Bamsoet, "kata Bamsoet.

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
HAK CIPTA © ANTARA 2020