KPU Bintan menentukan syarat lengkap pencalonan Wello-Dalmasri

KPU Bintan tetapkan persyaratan pencalonan Wello-Dalmasri lengkap

Tanjungpinang (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menetapkan syarat lengkap pencalonan Alias ​​Wello-Dalmasri setelah keluarnya Surat KPU RI Nomor 758 yang menjelaskan Pasal 102 Peraturan KPU Nomor 3/2017.

Anggota KPU Bintan, Aris Daulay di Bintan, Jumat mengatakan, penetapan Alias ​​Wello-Dalmasri berdasarkan surat penjelasan, yang notabene parpol bisa menarik proposal bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar dan lolos pada 4-6 September 2020. selama masa perpanjangan. pendaftaran pada 11-13 September 2020.

Alias ​​Wello-Dalmasri dipegang oleh NasDem yang meraih empat kursi DPRD Bintan pada Pemilu 2019 dan PDIP dengan dua kursi. Alias ​​Wello-Dalmasri mendaftar dan masuk persyaratan pencalonan di KPU Bintan sekitar pukul 10.00 WIB setelah PDIP keluar dari koalisi partai yang membawa Apri Sujadi-Roby Kurniawan.

Baca juga: KPU Kepri: PDIP Bisa Tarik Dukungan Apri-Roby dalam Pilkada Bintan
Baca juga: PDIP Alihkan Dukungan ke Wello-Dalmasri di Bintan Pilkada
Baca juga: Parpol tak bisa mengalihkan dukungan setelah mendaftar di KPU

"Bisa saja PDIP mundur dari koalisi partai berdasarkan surat penjelasan terbaru dari KPU RI. Kami sudah berkonsultasi dengan KPU Indonesia, sehingga dibiarkan keluar dari koalisi partai," ujarnya.

Saat ditanya apakah surat penjelasan dari KPU Indonesia sudah berkekuatan hukum, Aris mengatakan KPU Bintan bekerja secara bertahap seperti undang-undang, peraturan KPU, keputusan dan surat edaran.

Surat penjelasan dari KPU Republik Indonesia yang diterima KPU Bintan siang ini untuk 28 daerah yang berpotensi melahirkan pasangan calon satu kepala daerah. Surat tersebut dikeluarkan setelah KPU RI menerbitkan Surat Nomor 742/2020 yang menjelaskan Pasal 102 PKPU Nomor 3/2020.

Ketika ditanya apakah berpotensi melanggar Pasal 6 ayat 5 PKPU Nomor 3/2017 yang menegaskan “jika ada parpol atau gabungan parpol yang menarik dukungan dan / atau menarik calon yang terdaftar dan / atau calon pasangan, parpol, atau gabungan parpol dianggap masih mendukung pasangan masing-masing, dan tidak bisa mencalonkan calon dan calon pengganti calon ", Aris tidak menjawab.

Baca:  Kemarin, Amien Rais membentuk partai politik hingga pemilu 2020 diundur

Ia juga tidak menjawab apakah diperbolehkan meninggalkan partai bersama Alias ​​Wello-Dalmasri dan Apri-Roby. “Kalau sudah begini sebaiknya kita konsultasikan lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data Apri-Roby yang semula diusung Partai Amanat Nasional satu kursi, Partai Hanura satu kursi, Partai Demokrat delapan kursi, PDIP dua kursi, UKM tiga kursi, dan Golkar enam kursi terdaftar di KPU Bintan pada 5 September. 2020. Jadwal pendaftaran diperpanjang karena hanya ada satu pasangan calon (calon tunggal) yang diterima KPU.

Reporter: Nikolas Panama
Editor: M Arief Iskandar
HAK CIPTA © ANTARA 2020