KPU Gunung Kidul: Debat Publik Paslon Pilkada sebanyak tiga kali

KPU Gunung Kidul : Debat publik Paslon Pilkada tiga kali

Debat publik pertama diadakan pada akhir Oktober. Sedangkan dua debat lainnya digelar pada pertengahan dan akhir November. Jadi jumlahnya sesuai dengan tiga debat publik

Gunung Kidul (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memfasilitasi debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebanyak tiga kali.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul pada Sabtu mengatakan, debat tersebut rencananya akan digelar tiga kali dengan tema berbeda di setiap acara.

Baca juga: Mengkampanyekan Pelanggaran Minimal, Mendagri Optimis Pilkada Aman untuk COVID-19
Baca juga: KPU Ingatkan Anda Jangan Izinkan Penyebaran COVID-19 melalui materi kampanye

“Debat publik pertama diadakan pada akhir Oktober. Sedangkan dua debat lainnya digelar pada pertengahan dan akhir November. Jadi totalnya tepat tiga debat publik,” kata Ahmadi Ruslan Hani.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani. (Foto ANTARA / Sutarmi)

Ia mengatakan, pada Pemilu 2015, acara tersebut juga akan memfasilitasi debat publik pasangan calon. Menurutnya, untuk saat ini masih dalam proses persiapan untuk memfasilitasi debat.

Ia berharap debat terbuka ini menjadi bahan evaluasi masyarakat untuk mengetahui gambaran calon bupati yang akan terpilih pada 9 Desember mendatang. “Ini bagian dari sosialisasi,” ujarnya.

Baca juga: Upaya mengakhiri zona merah virus corona di TPS

Hani mengatakan, debat itu hanya sebagai cara untuk mengenalkan masyarakat. Pasalnya, KPU juga memberikan fasilitas sosialisasi mulai dari kampanye di media cetak dan online dalam 14 hari terakhir selama masa kampanye, penyiapan alat peraga dan materi kampanye.

“Selain itu kami juga menyediakan fasilitas videotron untuk setiap pasangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hani mengatakan pelaksanaan kampanye Pilkada tahun ini berbeda dengan periode sebelumnya. Pelaksanaan pemilu 2020 bertepatan dengan pandemi COVID-19, maka secara bertahap harus memperhatikan protokol kesehatan. Sesuai dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020, kampanye ini tidak diperbolehkan untuk mengadakan rapat umum atau konser musik dan sebagainya.

Baca:  Febri Diansyah mengundurkan diri dari KPK

“Rapat dilakukan dengan jumlah peserta maksimal 50 orang. Selain itu protokol kesehatan juga wajib,” ujarnya.

Sementara itu, KPU Gunung Kidul Supami mengatakan, saat ini alat dan bahan kampanye masih dalam proses. Ia menjelaskan, alat peraga terdiri dari spanduk, baliho, dan videotron. Sedangkan materi kampanye terdiri dari poster, brosur, brosur dan pamflet.

“Jumlah alat peraga kampanye tiap pasangan disesuaikan dengan aturan. Misalnya untuk baliho tiap pasang diberi lima baliho. Sedangkan spanduk diberikan dua unit dikalikan 144 desa di Gunung Kidul,” ujarnya.

Baca juga: Empat calon Pilkada Gunung Kidul mendapatkan nomor urut
Baca juga: KPU Gunung Kidul menargetkan angka partisipasi pilkada 72 persen

Reporter: Sutarmi
Editor: Tasarm Tarmizi
HAK CIPTA © ANTARA 2020