Lembaga Pemantau Pilkada Sleman harus mendaftar secara resmi ke KPU

Lembaga pemantau Pilkada Sleman sebaiknya daftar resmi ke KPU

Sleman (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan, setiap instansi yang akan memantau setiap tahapan penyelenggaraan Pilkada dan Wakil Bupati Sleman 2020 harus resmi mendaftar di KPU setempat.

“Lembaga pemantau, jajak pendapat, lembaga survei, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tahapan pemilu harus mendaftar dulu ke KPU,” kata Trapsi Haryadi, Ketua KPU Kabupaten Sleman di Sleman, Senin.

Pernyataan Ketua KPU Sleman itu terkait dengan adanya pamflet di media sosial tentang evaluasi panelis independen usai tahapan debat calon Bupati Sleman yang digelar pada 30 Oktober 2020.

Baca juga: Kemarin, ASN netral penegakan hingga 10 perwira TNI diangkat

Panelis independen atas nama Hatta Lemlitbang Institute mencatat peringkat 3, Kustini Sri Purnomo (KSP) unggul dalam penguasaan materi (78,9 persen), percaya diri (74,5 persen), tepat waktu (79,9 persen), aliran pemikiran paling sistematis (77,4 persen). ) tetapi KSP hanya kurang diartikulasikan (76,9 persen) dibandingkan dua pasangan calon lainnya.

Sedangkan Cabup nomor 1, Danang Wicaksana Sulistiya (DWS) dinilai belum menguasai materi (71,5 persen) jawaban yang bias dan tidak konsisten (62,3 persen) dan hanya artikulasi (77,1 persen).

Kemudian Cabup nomor 2, Sri Muslimatun dianggap kurang penguasaan materi (72,2 persen), artikulatif (79,2 persen) tetapi sering membuka catatan dan handphone serta keyakinan muslimatun saja (72,1 persen) dan ketepatan waktu hanya 74,2 persen.

Trapsi Haryadi mengatakan, Hatlit Lemlitbang Institute tidak terdaftar sebagai lembaga pemantau yang terdaftar di KPU Kabupaten Sleman.

“Badan pemantau tidak terdaftar di KPU. Baik lembaga pemantau, polling, dan lembaga survei harus mendaftar dulu ke KPU,” ujarnya.

Trapsi juga belum mau berkomentar lebih jauh atas hasil evaluasi lembaga terhadap semua calon. Termasuk dugaan pelanggaran PKPU terkait hasil evaluasi.

Baca:  Simulasi Pemilu Serentak SIREKAP di Denpasar

Ia mengatakan, dalam debat calon, materi debat dirumuskan oleh tim perumus materi debat yang ditetapkan oleh KPU Sleman.

“Termasuk moderator debat juga ditentukan oleh KPU Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Baca juga: Setiap tingkat seleksi dirancang untuk beradaptasi dengan pandemi
Baca juga: Bawaslu Sleman Tegur KPU karena Melanggar Protokol Kesehatan

Reporter: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Tasarm Tarmizi
HAK CIPTA © ANTARA 2020