Megawati menginstruksikan Bupati PDIP menghadapi kampanye di tengah wabah

Jakarta (ANTARA) – Pimpinan Umum Megawati Soekarnoputri memberikan arahan pedoman bagi calon Bupati PDIP untuk menghadapi kampanye di tengah pandemi COVID-19.

“Petunjuk pertama, ini sangat penting. Memenuhi protokol pencegahan COVID-19,” kata Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto yang menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Kota Surabaya, di dekat Jakarta, Minggu.

Baca juga: Hasto: Kita harus merebut hati masyarakat Surabaya

Dalam kesempatan itu, Walikota Surabaya dan Ketua DPP Kebudayaan Tri Rismaharini Wisnu Sakti Buwana juga hadir hampir di Bambang DH, Putri Guntur Sukarno, dan Indah Kurnia.

Calon dan wakil walikota Surabaya, Ery Cahyadi-Armuji, juga hadir dengan seragam partai lengkap dengan topi hitam khas Bung Karno.

PDI Perjuangan (PDIP) terus memanaskan mesin partai menghadapi Pemilu 2020.

Hasto mengapresiasi DPC Surabaya yang melibatkan lebih dari 1.700 peserta, namun digelar di tempat yang hampir terpisah. Jika hadir secara fisik, paling banyak 50 orang, dan pakai masker.

Ini luar biasa. Artinya kamu sudah melaksanakan perintah Panglima Besar, harus memakai topeng, jaga jarak 2 meter, harus cuci tangan, ”kata Hasto.

Baca juga: PDIP menargetkan Eri-Armuji menang 70 persen di Pilkada Surabaya

Lebih lanjut, kata Hasto, Megawati berpesan kepada seluruh calon Bupati PDIP untuk meningkatkan kekebalannya. Semua kader diminta untuk menanam setiap jengkal tanah dengan tanaman yang bermanfaat.

“Moral daun misalnya pohon kelor mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Ketua Umum PDI berpesan kepada seluruh kader PDI Perjuangan, Cabang Pembantu, PAC, DPC, DPD, seluruh pengurus partai agar terus tingkatkan kekebalannya dari apa yang kita bisa. tanaman, tapi kaya vitamin, "katanya.

Hasto berhasil membeberkan kiat menjaga kebugaran di tengah wabah penyakit. Ia menyebutkan bahwa ia rajin minum jambu biji merah, jus tomat dan makan daun sirih merah, minum jahe merah.

Baca:  Bamsoet: Tidak bisa jadi pagar negara Republik Indonesia

“Namun merah baik untuk kesehatan,” ucapnya sambil tertawa dari para peserta.

Bahkan Hasto juga berlatih langsung dengan memakan daun sirih sambil berbicara.

“Saya ketemu banyak orang setiap hari. Saran saya makan daun sirih merah karena juga anti oksidan. Ketika saya ditanya Bu Megawati, daun sirih merah itu tidak pahit, saya jawab kehidupan politikus kadang pahit,” katanya. katanya lagi.

Baca juga: Calon Bupati dari PDIP diminta bekerja keras merebut hati rakyat

Tapi menurut Hasto, kalau punya semangat juang, apapun yang pahit bisa manis. Lebih lanjut, Hasto mengajak seluruh peserta Rakercabsus, meski PDIP dikepung di Surabaya, dengan mengambil esensi perjuangan Bung Karno, Hasto meminta semua kader tidak menyerah.

“Kami berjuang dengan keyakinan Bung Karno di ruang sempit, di penjara di Banceuy, di penjara di Sukamiskin, Sukarno yakin kepemimpinannya akan membawa perubahan bagi Indonesia Raya,” ujarnya.

Karena itu, menurut Hasto, PDIP pasti akan mempertahankan kemenangannya di Kota Surabaya. Lalu, kata dia, kader PDI-P harus bergerak, turun, dan kita punya kekuatan tempur yang tiada henti.

Karena kita punya energi dari Bung Karno dan bapak-bapak lainnya. Kita punya energi juang dari Puan Megawati Soekarnoputri yang terus berjuang untuk membangun semangat betapa baiknya festival ini, ”ujarnya.

Baca juga: 1.500 kader PDIP Surabaya berpartisipasi dalam Rakercabsus secara virtual

Baca juga: Hadapi COVID-19 dengan Konsep Trisakti Bung Karno

Reporter: Boyke Ledy Watra
Editor: Nurul Hayat
HAK CIPTA © ANTARA 2020