Pakar meminta Golkar mengembangkan tiga prinsip untuk membangun negara

Pakar minta Golkar bangun tiga prinsip untuk majukan bangsa

Jakarta (ANTARA) – Pakar kebijakan publik di National University of Singapore, Prof Kishore Mahbubani berpesan agar Partai Golkar membangun tiga prinsip, yakni meritokrasi, pragmatisme, dan "kejujuran" (MPH) melalui Institut Golkar untuk membantu membangun negara.

Menurut Mahbubani saat menyelesaikan "Soft Launch dan Kuliah Umum Institut Golkar" secara online, Selasa, meritokrasi penting dilakukan dengan memilih putra-putri terbaik untuk bekerja di pemerintahan, karena di China hanya yang terbaik yang bisa bekerja di pemerintahan.

Dalam prinsip pragmatisme, Institut Golkar perlu mempelajari praktik-praktik yang baik dari seluruh dunia dan mempelajari bagaimana negara lain menyelesaikan masalah mereka, kemudian membandingkan dan menerapkannya.

Ketiga, prinsip kejujuran yaitu kejujuran, sambungnya yang artinya tidak ada korupsi, karena negara yang banyak korupsi cenderung lebih banyak yang gagal.

Mahbubani juga menyinggung tentang 3G yaitu geopolitik, “good governance”, dan “global governance” (global governance).

Di bidang geopolitik, Mahbubani berbicara tentang persaingan yang tak terhindarkan antara Amerika Serikat (AS) dan China, dan tidak ada hubungannya dengan apakah AS dipimpin oleh Donald Trump atau Joe Biden.

Persaingan ini, kata dia, didorong oleh kekuatan struktural, yaitu setiap kali AS sebagai kekuatan nomor satu dunia didominasi oleh kekuatan "China" nomor satu yang sedang naik daun, maka kekuatan nomor satu dunia itu akan menahan kekuatan yang meningkat.

Tak peduli siapa yang menang, Mahbubani berpesan agar negara-negara ASEAN bersatu padu dan berpesan agar AS dan China tidak saling bersaing. Jika terus bersaing, kata dia, AS dan China akan diminta tidak melibatkan negara-negara ASEAN karena saat ini yang terpenting adalah fokus untuk mengalahkan COVID-19.

Mahbubani menilai Indonesia memiliki peran penting sebagai negara terbesar di ASEAN, dan sekretariat ASEAN berada di Jakarta.

Baca:  Kaleidoskop 2020 - Pergantian kepemimpinan partai politik sepanjang tahun 2020

Tentang "good governance", Mahbubani berharap Institut Golkar berperan penting dalam membangun pemerintahan di Indonesia, terutama dengan tiga prinsip yaitu meritokrasi, pragmatisme, dan "kejujuran".

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan dapat memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih besar dari Jepang, ujarnya, namun untuk merealisasikannya Indonesia perlu memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik agar lebih baik.

Terakhir, terkait "global governance" atau global governance, Mahbubani mengingatkan perlunya memanfaatkan lembaga multilateral seperti PBB, G-20, dan lain-lain untuk menyuarakan argumen berdasarkan logika dan rasionalitas.

Indonesia selalu memiliki diplomat yang baik, dan Mahbubani berharap Institut Golkar dapat terus mendukung Indonesia dalam mempersiapkan lebih banyak diplomat yang baik untuk mencapai "good global governance".

Baca juga: Airlangga ingin Institut Golkar melahirkan kader yang kuat

Baca juga: Institut Golkar berkomitmen mencetak kader berkualitas

Reporter: Zuhdiar Laeis
Editor: Ahmad Buchori
HAK CIPTA © BETWEEN 2021