Pemkab Gunung Kidul Bawaslu memperbanyak pendaftaran pengawas TPS

Hanya lima kuota PTPS yang telah terpenuhi

Gunung Kidul (ANTARA) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunung Kidul memperpanjang masa pendaftaran calon pengawas tempat pemungutan suara (PTPS), karena jumlah pendaftar belum memenuhi target yang diharapkan.

Koordinator Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Gunung Kidul Rini Iswandari, di Gunung Kidul, Yogyakarta, Minggu, mengatakan Bawaslu sudah dua kali diperpanjang, pertama perpanjangan 16 Oktober hingga 19 Oktober, kemudian perpanjangan lagi hingga Senin (26/10). karena kuota pendaftaran belum terisi.

“Dari 18 kecamatan Kapanewon / Gunung Kidul baru lima kuota PTPS yang terpenuhi, jadi kami perpanjang pendaftaran hingga dua kali,” kata Rini.

Menurut dia, berdasarkan rekapitulasi pendaftaran PTPS pada 23 Oktober, ada lima Kapanewon yang kuota sudah terpenuhi, yakni Tepus, Nglipar, Panggang, Wonosari, dan Gedangsari.

“Kami masih butuh 799 pendaftar lagi. Karena berdasarkan kebutuhan pendaftar, Bawaslu Gunung Kidul membutuhkan 3.800 calon. Namun, sejauh ini pendaftar baru mencapai 3.001 orang,” ujarnya.

Rini membenarkan, besok Senin merupakan hari terakhir pendaftaran PTPS. Setelah itu tidak ada perpanjangan, karena yang terpenting menurutnya di satu TPS ada pendaftar per kecamatan yang sudah melebihi kebutuhan. Calon PTPS yang telah mendaftar selanjutnya akan menjalani pemeriksaan tes cepat sebagai salah satu syaratnya. Namanya kemudian akan dipublikasikan untuk mendapatkan masukan dari publik.

“Pengumuman pemilu akan dilakukan pada 11 November mendatang. Pelantikan PTPS secara serentak di seluruh Indonesia pada 16 November mendatang,” kata Rini.

Sebelumnya, kuota pendaftaran calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga kurang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunung Kidul juga telah memperpanjang masa pendaftaran.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, setelah melanjutkan, kuota pendaftar KPPS telah terpenuhi. Pendaftaran KPPS terakhir dilakukan pada 18 Oktober.

Baca:  Secara politis kemarin, kampanye tersebut melanggar protokol negara Hamzah Haz

“Jumlahnya sudah memenuhi kebutuhan, yakni 7 orang 1.900 TPS (13.300 KPPS),” ujarnya.
Baca juga: Pilkada Paslon Gunung Kidul belum melakukan kampanye online
Baca juga: Bawaslu Pantau Program Kerja Anggota DPRD Gunung Kidul Saat Istirahat

Reporter: Sutarmi
Editor: Budisantoso Budiman
HAK CIPTA © ANTARA 2020