Permukiman kumuh di Surabaya menjadi perdebatan antara dua calon

Kawasan kumuh di Surabaya jadi perdebatan dua cawali

Surabaya (ANTARA) – Isu permukiman kumuh di kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi topik perdebatan sengit antara dua calon walikota Surabaya, Eri Cahyadi dan Machfud Arifin, dalam debat publik perdana Pilkada yang digelar KPU setempat di Surabaya, Rabu malam.

“Di Surabaya masih banyak permukiman kumuh seperti Asem Rowo yang penuh sampah, makanya di Krembangan juga banyak sampah,” kata Cawali Machfud Arifin.

Menurut dia, kriteria untuk memperoleh kawasan layak huni adalah ketersediaan perumahan, ketersediaan air bersih, tempat umum, dan sanitasi. Sedangkan di Surabaya masih terdapat 100 ribu Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki WC.

Baca juga: Cawali Eri Cahyadi Surabaya ingin menyerap semangat pengabdian Bung Karno

“Terus di sungai masih banyak orang yang buang air besar. Kalau saya menjabat sebagai walikota, saya pastikan tidak ada yang buang air besar di sungai,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan kawan Machfud Arifin, Cawawali Mujiaman. Ia menuturkan, terkait permukiman kumuh, ternyata di Surabaya masih terdapat daerah rawan banjir.

“Masalah banjir, ternyata desa-desa baru punya saluran tapi tidak tersambung ke saluran utama. Machfud-Mujiaman punya program sekitar Rp 150 juta per RT agar RT bisa mengembangkan saluran air,” ujarnya.

Sedangkan Cawali Eri Cahyadi Surabaya mengatakan, berdasarkan data Dirjen Cipta Karya, kawasan kumuh di Surabaya sudah 0 persen.

“Daerah kumuh tidak hanya dilihat, tapi juga datanya,” ujarnya.

Baca juga: Machfud-Mujiaman Akan Bangun Rumah Susun Lansia dan Ramah Anak di Surabaya

Menurutnya, Kota Surabaya menerima penghargaan Adipura Kencana sebanyak lima kali berturut-turut, 30 penghargaan internasional, dan 286 penghargaan nasional.

“Ini menunjukkan data yang menyatakan bahwa 0 persen berasal dari Ditjen Cipta Karya,” ujarnya.

Baca:  Secara politis kemarin, kampanye tersebut melanggar protokol negara Hamzah Haz

Diketahui, Pemilu Surabaya 2020 diikuti Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dan Armuji. Pasangan calon nomor urut 01 itu dibawa PDI Perjuangan dan didukung PSI. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan kekuatan dari enam parpol non parlementer, yakni Parti Bulan Bintang (PBB), Parti Hanura, Parti Berkarya, PKPI, dan Parti Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman bernomor urut 02 dibawa gabungan delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Partai Demokrat, dan Nasdem serta didukung oleh partai non parlementer yaitu Partai Perindo.

Baca juga: Warga Surabaya Mengeluh Belum Ada Kepastian Status Tanah di Pamurbaya

Reporter: Abdul Hakim
Editor: Joko Susilo
HAK CIPTA © ANTARA 2020