Ridwan Kamil akan menyampaikan aspirasi karyawan pada UU Cipta Kerja

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil akan menyampaikan surat berisi aspirasi TKI di Provinsi Jawa Barat yang menyatakan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden Republik Indonesia.

Aspirasi pekerja Jawa Barat secara resmi akan disampaikan melalui Surat Gubernur Jawa Barat kepada Presiden Republik Indonesia dan Ketua DPR RI.

“Saya sudah tanda tangani surat berisi surat aspirasi buruh se-Jabar. Surat pertama dari DPR dan surat kedua ke Presiden,” kata Kang Emil saat ditemui langsung buruh di Jabar yang berunjuk rasa di depan gedung. Sate, Kota Bandung, Kamis.

Didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Panglima Kodam III / Jenderal Siliwangi Jenderal Nugroho Budi Wiryanto, Ridwan Kamil bertemu dengan pengunjuk rasa yang berunjuk rasa di kawasan Gedung Sate Bandung.

Sebelum bertemu dengan pengunjuk rasa, ada juga pertemuan antara Kang Emil dengan 10 perwakilan buruh di Aula Barat Gedung Sate. Adapun demonstrasi oleh karyawan tentang validasi hukum omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi RUU Cipta Lapangan Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) pada Senin, 5 Oktober 2020.

Baca juga: Sultan Bisa Minta Buruh Kirim Surat ke Presiden Jokowi
Baca juga: Polisi Selamatkan Puluhan Orang yang Diduga Melakukan Demonstrasi Kerusuhan di Kantor DPRD Sumbar
Baca juga: Kapolrestabes: Tiga Pengunjuk Rasa di Medan Reaktif Terhadap COVID-19

Ada dua aspirasi utama buruh di Jawa Barat. Pertama, pekerja di seluruh Jawa Barat menolak keras UU Cipta Kerja. Kedua, meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) sebagai pengganti Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan karena menurut peraturan yang berlaku, Presiden memiliki waktu 30 hari sebelum menandatangani Undang-Undang yang telah disetujui oleh DPR.

Baca:  KPU Gunung Kidul: Debat Publik Paslon Pilkada sebanyak tiga kali

“Saya sudah menandatangani suratnya (Gubernur) dan besok pada kesempatan pertama kami akan mengirimkan dua surat tersebut kepada yang berkepentingan. Semoga surat tersebut menjadi masukan dari masyarakat dan pekerja di Jabar,” kata Kang Emil.

Selain itu, menurut Kang Emil, dalam pertemuan tersebut para buruh juga mengatakan bahwa demonstrasi yang diadakan di Bandung ini murni merupakan demonstrasi oleh buruh di seluruh Jawa Barat dan tidak ditunggangi oleh pihak atau kepentingan lain.

“Mereka (pegawai) tidak mau bertanggung jawab atas hal anarkisme, kerusuhan yang terjadi pada hari-hari sebelumnya. Karena menurut mereka mereka bukan wakil pegawai 100 persen. Dan saya cek ke Kapolres (Jabar) bahwa mereka ditahan karena melakukan pengrusakan. Ternyata 100 persen bukan dari pekerja, ”kata Kang Emil.

Kini, dengan adanya surat dari Gubernur Jawa Barat kepada Presiden RI dan DPR RI, Kang Emil meminta kepada para pekerja di Jawa Barat untuk tidak menggelar lagi demonstrasi karena aspirasi mereka sudah diterima dan akan tersampaikan.

“Semoga dengan aspirasi yang ingin disampaikan, para TKI tidak perlu lagi menggelar aksi demo baik di Ibukota Jabar maupun kota / kabupaten se-Jabar karena ada niat dan niat kami (Pemprov Jabar) untuk menyampaikan aspirasinya (TKI). telah dilaksanakan, "katanya.

Reporter: Ajat Sudrajat
Editor: M Arief Iskandar
HAK CIPTA © ANTARA 2020