Sekretaris Jenderal Majelis Masjid Indonesia: Pancasila sudah final

Sekjen Dewan Masjid Indonesia: Pancasila sudah final

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pusat Majelis Masjid Indonesia (PP DMI) Imam Addaruqutni menyampaikan bahwa ideologi Pancasila sebagai landasan bernegara, falsafah atau cara hidup bangsa Indonesia yang dimulai oleh pendiri negara bersifat final dan tidak boleh diperdebatkan atau diganggu gugat. agama.

“Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak perlu diperdebatkan lagi, karena sudah usai. Oleh karena itu Muhammadiyah dan NU selama ini tidak mau lagi membahas ideologi Pancasila yang sudah selesai dan hanya akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bangsa. Para dai dan ulama juga harus menyampaikannya. Ini untuk pengikutnya sembari berdakwah, agar tidak menjadi perdebatan di depan umum lagi, ”ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat.

Baca juga: MPR tegaskan bahwa Pancasila adalah landasan pacu dan lintasan negara

Hal ini menurutnya penting karena masih ada sebagian pihak yang masih berdiskusi dan memperdebatkan ideologi Pancasila, terutama kalangan politikus yang sudah tidak perlu membicarakannya lagi. Pancasila tinggal dilandasi dan diimplementasikan saja, tidak perlu dibicarakan lagi, karena sudah final.

Seharusnya tidak perlu dibicarakan, dan ideologi Pancasila baru saja diterapkan.Hal itulah yang membuatnya terkesan agak membingungkan di kalangan masyarakat juga.Kita tahu di DPR masih ada pro dan kontra tentang RUU Kebijakan Ideologi Pancasila (RUU HIP), dimana Ada pihak yang setuju dan tidak setuju. Saya berharap politisi di DPR tidak membahas yang terakhir, ”kata pria yang juga dosen di Institut Ilmu Al-Quran Pendidikan Tinggi (PTIQ) ini.

Imam juga menyampaikan bahwa sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan munculnya radikalisme di Indonesia jika Pancasila itu hidup dan dipraktikkan. Meski radikalisme menyebar, hal itu sangat mungkin terjadi.

Baca juga: Ahmad Basarah: Waspadai Propaganda Gantikan Pancasila

“Di Indonesia kita sangat perlu mewaspadai radikalisme, tanpa harus membandingkan Pancasila dengan agama itu sendiri,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Bidang Pembangunan dan Kerjasama PTIQ Institute ini.

Baca:  KPU Bantul persyaratkan keterangan bebas pailit bagi bakal paslon

Untuk itu, para ustadz atau ulama, menurutnya harus mampu meyakinkan pengikutnya bahwa Pancasila adalah ideologi yang sudah sejalan dengan nilai-nilai agama dengan berbagai perbedaan suku, agama, dan ras yang menjadi anugerah negara dan harus diterima.

Menurutnya, pemerintah misalnya melalui Badan Nasional Anti Terorisme (BNPT) harus terus memperkuat relasi dengan mubaligh dan ulama untuk menyatukan pandangan tentang visi kebangsaan ini.

Baca juga: Megawati: Masih Ada Yang Menentang Agama dan Pancasila

“Semakin banyak ustadz dan ulama berbicara maka semakin pasti visi dan misi bangsa,” kata Imam.

Reporter: M Arief Iskandar
Editor: Bambang Sutopo Hadi
HAK CIPTA © ANTARA 2020