Sepekan, soal larangan pulang sampai PDIP dan PSI menguasai DKI

Sepekan, Soal larangan mudik hingga PDIP dan PSI kuasai DKI

Jakarta (ANTARA) –

Beberapa berita politik minggu ini menarik perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca lagi, dari Presiden Joko Widodo memaparkan dua alasan mengapa pemerintah memberlakukan larangan pulang kampung pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang berlaku mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Hasil survei Jakarta The Research Center (JRC) menunjukkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) dan Parti Solidariti Indonesia (PSI) menguasai DKI Jakarta, diikuti oleh Parti Golkar.

Berikut lima berita politik pekan lalu yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Jokowi menjelaskan alasan pemerintah melarang pengembalian Lebaran 2021

Presiden Joko Widodo memaparkan dua alasan mengapa pemerintah memberlakukan larangan pulang kampung pada hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Baca lebih lanjut di sini

Ilham Saputra pasti menjadi Ketua KPU

Komisi Pemilihan Umum menunjuk Ilham Saputra sebagai ketua pasti melalui rapat paripurna pada Rabu, 14 April 2021.

Baca lebih lanjut di sini

Partai Demokrat mencabut gugatannya ke KLB, hakim langsung memberikan putusan

Dua pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, melalui tim kuasa hukumnya, mencabut gugatan terhadap 10 penyelenggara kongres luar biasa di Sibolangit dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa.

Baca lebih lanjut di sini

Kelompok bersenjata membakar rumah kepala suku dan guru di Beoga Papua

Kelompok bersenjata pada Sabtu (17/4) kembali beraksi dan kali ini membakar rumah kepala suku dan berbagai fasilitas pendidikan di Desa Dambet, Kabupaten Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Baca lebih lanjut di sini

Survey: Penguasaan PDIP dan PSI DKI

Baca:  Cawali Machfud Arifin berkomitmen untuk menghidupkan kembali pasar animasi yang ditangguhkan di Surabaya

Hasil survei Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan bahwa PDI-P (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menguasai DKI Jakarta, disusul Partai Golkar.

Baca lebih lanjut di sini

Reporter: Boyke Ledy Watra
Editor: Nurul Hayat
HAK CIPTA © ANTARA 2021