Sumpah Pemuda menjadi momentum peningkatan persatuan di tengah pandemi COVID-19

Sumpah Pemuda momentum bangkitnya persatuan di tengah pandemi COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 merupakan hari diselenggarakannya Kongres Pemuda pada tahun 1928 yang memicu lahirnya Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu titik tolak perjalanan bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 karena pada saat itu pemuda belum bersatu untuk menentang penjajahan Belanda.

Sumpah Pemuda melahirkan tiga hal yang memiliki pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah kebhinekaan Indonesia.

Namun, di tengah pandemi COVID-19, Peringatan Sumpah Pemuda ke-92 menjadi salah satu momentum bangsa Indonesia untuk bangkit dan mengatasi wabah COVID-19 yang menghantui bangsa Indonesia sejak Maret 2020.

Jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air pada Kamis (29/10) tercatat mencapai sekitar 404.048 kasus dengan korban meninggal sebanyak 13.701 orang. Padahal, jumlahnya terus meningkat setiap hari.

Dengan semakin banyaknya penderita virus Wuhan, China telah membuat pemerintah melakukan berbagai cara agar kasus tidak meningkat. Padahal, pemerintah sudah berulang kali melakukan sosialisasi hingga masyarakat menjaga tata tertib kesehatan, yakni cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak.

Bukan hanya pemerintah yang berperan dalam memutus rantai distribusi COVID-19, tetapi semua lapisan masyarakat, termasuk kaum muda.

Hal itu juga disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10).

Menurut Ma & # 39; ruf Amin, Peran seluruh generasi muda saat ini sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 yang berdampak luas pada aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

“Di tengah situasi sulit yang menimpa negara kita saat ini akibat pandemi COVID-19, peran aktif anak muda dalam memutus mata rantai penularan virus dan mengatasi dampak multidimensi pandemi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak kepada seluruh generasi muda untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sebagai momen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus melahirkan inovasi dalam pencapaian cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

“Mari jadikan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum persatuan dan kebangkitan pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Tak hanya Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para pemuda untuk berperan menekan penyebaran COVID-19 di Tanah Air, namun Mendagri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengajak para pemuda, khususnya mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program pencegahan. penyebaran COVID-19 di Indonesia. masyarakat menengah.

“Apalagi yang akan ke desa (kuliah kerja aktual) bisa membantu masyarakat, minimal sosialisasi bagaimana pencegahan COVID-19,” kata Mendagri Tito di Jakarta, Rabu (28/10).

Menurutnya, ajakan dari mahasiswa cukup didengar oleh masyarakat atau masyarakat umum, sehingga upaya pencegahan penyebaran COVID-19 akan lebih efisien.

“Pakai topeng, jaga jarak, cuci tangan, kenapa perlu karena suara saudara-saudari sebagai terpelajar relatif didengar oleh masyarakat, oleh masyarakat,” ujarnya.

Siswa dalam studi kerja yang sebenarnya harus turun, melihat sendiri apa yang terjadi saat ini dalam konteks multi-dimensi.

Baca:  KPU Pandeglang telah menyediakan ruang pemungutan suara khusus bagi pemilih dengan suhu tubuh tinggi

“Ini akan sangat bermanfaat karena mungkin wabah seperti ini yang belum pernah kita alami sebelumnya mungkin dalam 100 tahun ke depan, tidak mungkin terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi. Ini pengalaman langka bagi Anda yang turun langsung,” ujarnya. kata Tito.

Dengan terlibat langsung, mahasiswa dapat melihat apa yang dihadapi pembuat kebijakan dan masyarakat saat ini.

“Dengan teori-teori yang telah dipelajari selama perkuliahan, bapak lihat sendiri dan coba cari tahu apa yang terjadi dalam dimensi kesehatan, ekonomi, sosial, politik, keamanan dan lain-lain,” ujar mantan Irjen Pol ini.

Pensiunan jenderal bintang empat ini juga berharap mahasiswa dapat memberikan solusi atau saran dalam pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.

Bangun

Di tengah wabah COVID-19, seluruh komponen bangsa berdiri dan bersatu untuk melawan wabah COVID-19, terutama dalam memperingati Sumpah Pemuda.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk bersatu, bangkit dan berkembang di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, pandemi Covid-19 memengaruhi semua aspek kehidupan, baik itu kesehatan, sosial, ekonomi, dan keselamatan.

Akibat pandemi itu, semua aspek kehidupan terpengaruh, kata Jazilul.

Namun di tengah wabah ini, generasi muda harus tetap semangat, kreatif, inovatif, dalam kesehariannya.

Selama wabah ini, seluruh komponen negara harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

“Pemuda harus menjadi teladan dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Pemuda harus menjadi pelopor dan garda depan dalam melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dulu, anak muda yang merintis, memperjuangkan, dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menghadapi banyak tantangan.

Tantangan yang dihadapinya tidak hanya menghabiskan waktu untuk belajar, tetapi hidupnya juga terancam terbang demi Indonesia, dan semua anak muda menghadapi keberanian dan semangat.

“Tantangan penanganan COVID-19 juga harus dihadapi dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Gus Jazil, panggilan akrab Jazilul.

Aktivitas positif

Selain bersatu untuk bangkit menghadapi wabah COVID-19, generasi muda juga harus terlibat dalam kegiatan yang positif dan kreatif.

Ketua MPR Bambang Soesatyo pun mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk terus berinovasi guna mendukung generasi muda berjuang mengharumkan nama bangsa.

Bamsoet menilai, peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi pemuda negara untuk mengingat dan menafsirkan nilai-nilai yang tersirat atau tersirat dalam sumpah pemuda.

Artinya, dengan melanjutkan perjuangan untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia dengan ikut serta mengembangkan pembangunan sesuai dengan kemampuan, ilmu dan teknologi yang dimiliki, kata pria yang biasa disapa Bamsoet ini.

Baca juga: Wakil Presiden: Peran pemuda dibutuhkan dalam meredam penyebaran COVID-19

Baca juga: Refleksi Hari Peringatan Sumpah Pemuda dalam Pandangan Moeldoko

Baca juga: Pimpinan MPR meminta pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan

Baca juga: Bamsoet Ingatkan Generasi Milenial untuk Melanjutkan Semangat Sumpah Pemuda

Oleh Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
HAK CIPTA © ANTARA 2020