TACB: Pemasangan APK MA-Mujiaman di cagar budaya Surabaya tanpa ijin

TACB : Pemasangan APK MA-Mujiaman di cagar budaya Surabaya tanpa izin

Surabaya (ANTARA) – Tim Ahli Warisan Budaya Kota Surabaya (TACB) mengatakan, pemasangan alat peraga kampanye (APK) Walikota dan Walikota Surabaya Candfud Arifin (MA) serta Mujiaman di salah satu gedung cagar budaya di pusat kota Surabaya, tanpa izin.

Kepala TACB Kota Surabaya Retno Hastijanti di Surabaya, Rabu, mengatakan untuk pemasangan poster atau spanduk di kawasan cagar budaya harus mendapat rekomendasi dari TACB.

“Sampai saat ini kami belum bisa dihubungi soal ini (pengajuan izin). Makanya dari TACB kami belum mengeluarkan proposal di posternya. Bangunan itu adalah bangunan yang sudah diputuskan menjadi bangunan cagar budaya milik perseorangan,” kata Hasti.

Baca juga: Guru Besar ITS Akui Surabaya berhasil menuntaskan kawasan kumuh

Hasti mengatakan, jika ingin memasang iklan di gedung cagar budaya harus melalui prosedur. Urutannya, dari tim yang mengelola iklan terkait, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, kemudian berkoordinasi dengan TACB.

“Yang pasti TACB belum mengeluarkan izin pengajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengakui, bangunan yang dipasang APK merupakan bangunan cagar budaya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Antiek menjelaskan, pemasangan spanduk atau barang lain di gedung cagar budaya harus mendapat izin dari TACB. “Izin untuk TACB ini harus dilakukan, karena dapat mengganggu dan merusak bangunan cagar budaya,” ujarnya.

Menurut Antiek, bangunan cagar budaya dengan spanduk bukan milik Pemerintah Kota Surabaya, melainkan milik perseorangan atau perusahaan. “Setahu saya, bangunan itu milik perusahaan Sriti,” ujarnya.

Baca juga: Bawaslu Surabaya Siap Tindak Pelanggaran Pemilu 2020

Diketahui, Pemilu Surabaya 2020 diikuti Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, dan Armuji. Pasangan calon nomor urut 01 itu dibawa PDI Perjuangan dan didukung PSI. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan kekuatan dari enam parpol non parlementer, yakni Parti Bulan Bintang (PBB), Parti Hanura, Parti Berkarya, PKPI, dan Parti Garuda.

Baca:  Semua calon Pilkada Gunung Kidul telah melengkapi kelengkapan dokumen

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman bernomor urut 02 dibawa gabungan delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Partai Demokrat, dan Nasdem serta didukung oleh partai non parlementer yaitu Partai Perindo.

Baca juga: KIPP Sebut Ada Pelanggaran Kampanye Kepala Daerah di Pilkada Surabaya

Baca Juga: Golkar Surabaya Sangat Marah Dengan Tuduhan Machfud-Mujiaman Merusak Kota

Reporter: Abdul Hakim
Editor: Nurul Hayat
HAK CIPTA © ANTARA 2020