Tiga pasangan calon mempermasalahkan hasil Pilkada Memberamo Raya

Tiga paslon sengketakan hasil Pilkada Memberamo Raya

Jakarta (ANTARA) – Hasil pemilihan bupati dan wakil bupati disengketakan oleh tiga pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi.

Pelamar tersebut adalah pasangan nomor urut 1 Dorinus Dasinapa-Andris Paris Yosafat Maay, pasangan nomor urut 2 Robby Wilson Rumansara-Lukas Jantje Puny dan pasangan nomor urut 3 Christian Wanimbo-Yonas Tasti.

"Ketiga angka itu dari Memberamo, KPU satu," kata Ketua Panel I MK Anwar Usman dalam sidang sengketa Pemilu 2020 yang diunggah secara online di Gedung MK Jakarta, Jumat.

Baca juga: Mahkamah Konstitusi memeriksa 28 perselisihan hasil Pemilu 2020

Kedua pemohon menilai kecurangan dilakukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 4 John Tabo-Ever Mudumi yang didukung oleh KPU Memberamo Raya dan Bawaslu Memberamo Raya.

Pengacara Dorinus Dasinapa-Andris Paris, Billy Marcelino Maniagasi Yosafat Maay, berpendapat ada politik uang yang menyebabkan perbedaan suara yang didapat cukup signifikan di empat wilayah, yakni Distrik Rofaer, Distrik Mamberamo Timur Tengah, Distrik Sawai dan Distrik Mamberamo Hulu.

Menurut pemohon, John Tabo-Ever Mudumi juga melakukan penipuan di kawasan Hulu Mamberamo, berupa ancaman terhadap saksi pemohon melalui KPPS dan TPS Panwas. Kemudian di Kecamatan Kampung Sawai, saksi pemohon tidak diberikan hasil pemungutan suara.

Berdasarkan dalil tersebut, Pemohon meminta kepada Mahkamah Konstitusi agar KPU Mamberamo Raya memilih kembali seluruh Anggota Majelis Umum.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2 Robby Wilson Rumansara-Lukas Jantje Puny melalui kuasa hukum Achmad Husein Borut menilai KPU dan John Tabo-Eve Mudumi melakukan pelanggaran secara terorganisir, sistematis, dan masif (TSM).

Baca juga: Hakim Mahkamah Konstitusi memperingatkan pemohon sengketa pilkada agar melakukan perbaikan tersembunyi

KPU dituding melakukan pelanggaran di tingkat KPPS, PPS, dan PPK, antara lain tidak memberikan catatan formulir C1 kepada saksi pemohon di TPS yang diduga terjadi peningkatan suara untuk pasangan calon lainnya. Pemohon juga menilai Bawaslu Memberamo Raya telah melalaikan hal tersebut yang mengakibatkan tidak adanya fungsi pengawasan di tingkat Kabupaten dan TPS.

Baca:  Permukiman kumuh di Surabaya menjadi perdebatan antara dua calon

Atas dalil tersebut, Pemohon meminta Mahkamah Konstitusi memerintahkan Anggota KPU Memberamo untuk memilih kembali di semua TPS di Membaramo Raya.

Sedangkan pemohon beragama Kristen Wanimbo-Yonas Tasti dan pengacaranya tidak hadir dalam persidangan meski telah dipanggil dengan baik hingga permohonan yang diajukan dianggap batal.

“Perkara No. 35, baik pengacara maupun prinsipal hadir, hingga Mahkamah menyatakan permohonannya tidak sah dan baru akan diputuskan dalam waktu yang ditentukan,” kata Anwar Usman.

Berdasarkan hasil Anggota KPU Memberamo, hasil pasangan calon nomor urut 1 Dorinus Dasinapa-Andris Paris Yosafat Maay mendapat 4.929 suara, pasangan nomor urut 2 Robby Wilson Rumansara-Lukas Jantje Puny 6.015 suara, pasangan nomor urut 3 Kristian Wanimbo-Yonas Tasti 5.615 dan pasangan nomor 4 John Tabo -Eve Mudumi 8.577 suara.

Baca juga: Mahkamah Konstitusi mengungkapkan alasan sengketa pilkada tidak sepenuhnya online

Reporter: Dyah Dwi Astuti
Editor: Joko Susilo
HAK CIPTA © BETWEEN 2021