Tiga pasangan calon Pilkada Malang bersaing memperebutkan program dalam debat publik

Tiga paslon Pilkada Malang beradu program dalam debat publik

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Sebanyak tiga pasangan calon peserta Pemilihan Umum Bupati (Pilkada) Kota Malang 2020 berkompetisi dalam program debat publik pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Jumat malam.

Calon Bupati Malang nomor 01 M Sanusi menyampaikan bahwa visi dan misi yang diembannya adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Malang yang sejahtera, bersatu, merdeka, berdaulat, dan berkepribadian dalam semangat gotong royong dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami deklarasikan Malang Makmur, yang pertama adalah pendidikan yang berkeadilan, sehingga kualitas pendidikan akan meningkat dan harganya terjangkau bagi semua orang,” kata Sanusi, di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sanusi menjelaskan, selain bidang pendidikan, ia juga akan memperhatikan bidang kesehatan jika kembali memimpin Kabupaten Malang. Salah satu program yang akan diprogramkan adalah memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.

Kemudian untuk pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang saat ini sedang berkembang. Hotel bintang lima sudah ada di Kabupaten Malang, kata Sanusi.

Baca juga: KPU Gelar Debat Publik untuk Bupati Malang dan Wakil Bupati

Baca juga: KPU Kabupaten Malang telah menetapkan DPT Pilkada 2.003.608 orang

Sementara itu, calon Bupati Malang nomor urut 02, Lathifah Shohib menyampaikan bahwa ia membawa visi dan misi "Malang Bangkit", menuju masyarakat yang sejahtera lahir batin.

“Ini diterjemahkan ke dalam misi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat dan pemuda, pengembangan karakter, pelayanan publik, pengembangan pariwisata, lapangan kerja dan pembangunan ekonomi,” kata Lathifah.

Lathifah menambahkan, beberapa program akan dilaksanakan jika terpilih menjadi Bupati Malang, salah satunya meliputi bidang pendidikan. Lathifah menyatakan akan meningkatkan kesejahteraan guru dan menyediakan sekolah gratis.

“Kita terjemahkan dalam program, seperti pendidikan, kita siap menghilangkan dikotomi antara sekolah dan madrasah. Lalu tingkatkan kesejahteraan guru dan sekolah gratis,” kata Lathifah.

Baca:  Bawaslu menemukan bahwa kampanye di 35 wilayah tersebut melanggar protokol kesehatan

Selain itu, Lathifah menambahkan, peran perempuan juga akan diperluas, termasuk memberikan pelatihan ekonomi berbasis digital.

Dalam kesempatan itu, calon Bupati Nomor 03 Heri Cahyono mengatakan Kabupaten Malang yang saat ini berusia 1.259 tahun masih menghadapi beberapa persoalan yang sangat mendasar, seperti kemiskinan yang masih tinggi.

“Dengan jumlah penduduk 2,6 juta jiwa dan kaya akan sumber daya alam, Kabupaten Malang memiliki jumlah penduduk miskin terbesar di Jawa Timur. Ini masalah serius,” kata Heri.

Heri menambahkan, jika kelak terpilih menjadi Bupati Malang, pihaknya akan memberikan solusi dengan visi dan misi “Malang Jejeg”. Ada tiga pilar dalam visi ini yaitu jejeg moral (tegak), jejeg pemerintah, dan jejeg mata pencaharian.

“Kami sedang mempersiapkan program aksi di berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, ketenagakerjaan, infrastruktur, industri, perdagangan, investasi, hukum, sosial dan lingkungan,” kata Heri.

Baca juga: Pemilu Paslon Malang Setuju Terapkan Prokes Saat Kampanye

Baca juga: Perorangan Bapaslon Heri-Gunadi Lolos Konfirmasi Pilkada Kabupaten Malang

Pada Pilkada Malang 2020, ada tiga pasangan calon, yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto yang merupakan pasangan incumbent, dipromosikan oleh enam parpol, dan mendapat suara nomor satu.

Keenam parpol tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono atau pasangan nomor dua diusung oleh Parti Kebangkitan Nasional (PKB), bersama Parti Nurani Rakyat (Hanura).

Terakhir, pasangan Heri Cahyono, dan Gunadi Handoko yang merupakan pasangan dari jalur perorangan, yang melalui tahap verifikasi fakta pendukung perbaikan, dan mendapat juara tiga.

Reporter: Vicki Febrianto
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © ANTARA 2020