UKM: Pertemuan AHY-Ahmad Syaikhu tidak membahas koalisi partai Islam

PKS: Pertemuan AHY-Ahmad Syaikhu tidak bahas koalisi partai Islam

Jakarta (ANTARA) – Sekretaris DPP Parti Keadilan Sejahtera (PKS) Jenderal Aboe Bakar Al Habsyi menegaskan pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ahmad Syaikhu tidak membahas wacana koalisi partai Islam.

Tidak ada pembahasan tentang koalisi partai Islam, kata Aboe kepada Antara di kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta, Kamis malam.

Baca juga: AHY dan Ahmad Syaikhu bertemu untuk membahas masalah nasional

Aboe menegaskan, pertemuan itu dibingkai dalam bentuk dialog yang membahas keadaan negara, terkait penanggulangan wabah COVID-19, kesejahteraan masyarakat Indonesia atas masalah ekonomi, serta kritik radikalisme, terorisme, dan separatisme.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, jika wacana koalisi partai Islam tidak disinggung dalam pertemuan kedua pimpinan partai.

“Belum ada spesifikasinya,” ucapnya.

Pemimpin Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menggelar rapat nasional membahas sejumlah persoalan di Indonesia.

Rapat tersebut digelar di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis siang.

Mengenai wacana koalisi partai Islam, UKM telah melakukan pertemuan dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan Festival Bulan Bintang (PBB) di bawah pimpinan Yusril Ihza Mahendra pun mendukung wacana ini.

Sebelumnya, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ahmad Tholabi Kharlie mengatakan wacana koalisi partai Islam bisa membawa semangat nilai-nilai universal dalam Islam.

“Tidak tertutup kemungkinan parpol di luar parpol Islam diajak bekerja sama dalam hal perencanaan kebijakan publik yang mengedepankan keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan,” kata Tholabi.

Baca juga: UKM akan mengunjungi markas Partai Demokrat pada Kamis untuk membahas masalah nasional

Reporter: Fauzi
Editor: Tasrief Tarmizi
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Baca:  Ibu Maharani meminta polisi meningkatkan kewaspadaan pasca penyerangan