Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9 Hamzah Haz sakit, Sekjen PPP minta didoakan

Wapres ke-9 RI Hamzah Haz sakit, Sekjen PPP minta doa

Ia menderita gangguan fungsi organ karena usia

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden ke-9 (Wakil Presiden) Republik Indonesia Hamzah Haz menderita penyakit akibat disfungsi organ.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani, Hamzah Haz saat ini dirawat di Rumah Sakit Pusat Militer Gatot Soebroto, Jakarta.

"Doakan lekas sembuh. Dia mengalami gangguan fungsi organ akibat usia," kata Arsul saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Hamzah Haz siap mengamankan skorsing Ivan Haz

Menurut Arsul, Wakil Presiden yang merupakan pendamping Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, tidak kesulitan makan.

"Betul (makan masih lancar)," kata Arsul.

Namun, baris IV tampaknya ada di tangan mantan Menteri Negara Penanaman Modal / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kabinet Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Hamzah lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, 15 Februari 1940, atau 80 tahun silam. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden dari 2001-2004.

Sebelum menjadi Wakil Presiden, Hamzah Haz adalah Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan pada Kabinet Presiden Keempat Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Pada Kamis, 26 Juli 2001, Hamzah terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-9, usai memenangi pertarungan pilpres di parlemen di hadapan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung dan sejumlah nama lainnya.

Hamzah Haz juga dikenal sebagai Pimpinan Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin dari tahun 1998 hingga 2007. Ia digantikan oleh Suryadharma Ali pada Februari 2007.

Pada masa kepemimpinan Hamzah Haz, PPP mencapai masa kejayaannya dengan meraih perolehan kursi terbanyak ketiga di DPR akibat Pemilu 1999 dan 2004 (setelah Perjuangan Golkar dan PDI).
Baca juga: Hamzah Haz mengajak semua pihak untuk menerapkan Pancasila

Reporter: Abdu Faisal
Editor: Budisantoso Budiman
HAK CIPTA © ANTARA 2020

Baca:  BSSN memantau aktivitas telepon dan media sosial? Berikut penjelasannya